SUATU PAGI DI TAHUN 1963

September 4, 2017 by  
Filed under GADO-GADO HARITRANG

Share with:

FacebookTwitterGoogleLinkedIn


Bung Karno duduk di beranda Istana Negara, ia sedang menikmati pagi dengan segelas teh hangat dan membaca beberapa koran yang dikirim staf istana. Tiba-tiba ia menoleh ke arah tangga karena seorang datang dan sepertinya membawa beberapa dokumen.

Orang itu melaporkan bahwa massa di Malaysia terjadi penyerbuan ke Kantor Duta Besar Indonesia. Foto Bung Karno dirobek robek, dan Lambang Negara dikabari diinjak injak, bahkan ada beberapa laporan yang beredar menyatakan Tunku Abdurrahman, diminta para demonstran menginjak injak lambang negara Pancasila. Inilah yang membuat marah besar Bung Karno, ia tak ingin lambang negara bangsanya diinjak injak oleh Malaysia.

Beberapa waktu kemudian Bung Karno berpidato yang menggetarkan …Pidato Ganjang Malaysia…

“Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

==========

Dalam konflik Malaysia itu sebenarnya Bung Karno ingin membela wilayah Sarawak merdeka dari Inggris, dan Bung Karno curiga bahwa Federasi Malaysia adalah buatan Inggris untuk menjaga kepentingan kaum Nekolim menguasai permodalan di Asia Tenggara.

Share with:

FacebookTwitterGoogleLinkedIn


Comments

comments

Komentar